DAMPAK DARI VIRUS CORONA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA
Virus adalah organisme mikroskopik(super kecil) yang tersebar di berbagai dunia dan cenderung bersifat parasit. Virus dapat menginfeksi makhluk hidup mulai dari manusia,hewan,tumbuh-tumbuhan,jamur bahkan bakteri.Virus tidak dapat memperbanyak diri tanpa menumpangi organisme lain.Oleh alasan inilah,virus diklasifikasikan sebagai organisme yang bersifat parasit atau merugikan.
Sejak desember 2019, penyakit virus corona menyerang penduduk kota Wuhan Tiongkok dan bahkan mulai menyebar di seluruh dunia yang menyebabkan banyak korban meninggal dunia. Bertolak dari tahun terjadi adanya virus corona maka istilahnya lebih di kenal dengan istilah Covid-19. Sejak Maret 2020 Indonesiapun terkena dampak virus corona dan bahkan sampai penghujung tahun banyak korban meninggal dunia.
Virus Corona merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas dari ringan hingga sedang seperti penyakit flu. Infeksi virus corona di sebabkan oleh virus corona itu sendiri.
Cara penyebaran virus corona melalui :
Percikan air liur pengidap (batuk dan bersin)
Menyentuh tangan atau wajah orang yang terinfeksi
Menyentuh mata,hidung atau mulut setelah memegang barang yang terkena percikan air liur pengidap virus corona.
Gejala ringan virus corona adalah:
Hidung beringus Sakit kepala
Batuk
Sakit tenggorokan
Demam
Merasa tidak enak badan
Gejala yang parah adalah:
Demam yang cukup tinggi bila pasien mengidap pneumonia
Batuk dengan lender
Sesak napas
Nyeri dada atau sesak saat bernapas dan batuk.
Penyakit ini semakin parah bila menyerang kelompok individu tertentu,seperti orang yang sakit jantung,paru-paru, diabetes orang dengan kekebalan tubuh yang lemah,bayi dan lansia.
Seiringnya waktu virus corona terus mewabah,hal ini berdampak pada semua sektor termasuk Pendidikan.Orangtua yang biasa mengantarkan anaknya ke sekolah baik di jenjang SD,SMP dan SMA bahkan para Guru dan Dosen yang biasanya mengajar secara tatap muka dengan peserta didik sampai sekarangpun belum di perbolehkan. Melihat kondisi dan situasi yang terjadi maka untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus corona maka hal ini mendorong Pemerintah mengambil kebijakan untuk meliburkan sekolah dengan catatan bahwa siswa tetap belajar di rumah yang biasa di kenal dengan istilah Belajar Dari Rumah (BDR). Langkah ini di ambil sebagai bagian respon pandemi COVID-19 yakni dalam rangka memprioritaskan keselamatan dan kesehatan rakyat. Persoalannya sekecil apapun kerumunan di sekolah dapat menjadi lokasi penularan Covid-19.
Pengaruh Covid-19 sangat berdampak pada prestasi belajar siswa tentunya karena :
Proses Kegiatan Belajar Mengajarnya tidak efektif seperti tatap muka langsung di kelas,
Sistem pembelajaran Daring( Dalam Jaringan ) bagi area yang wilayahnya ada jaringan dan Luring( Luar Jaringan ) bagi area atau wilayah yang tidak ada jaringan tentunya juga tidak seefektif tatap muka langsung di sekolah. Hal ini terjadi karena beberapa faktor yaitu:
Pengurangan jam mengajar. Guru-guru yang biasanya mengajar 4 jam pelajaran di sekolah terpaksa hanya mengajar satu jam.
Peserta didik mengalami kesulitan memahami materi yang banyak dalam kurun waktu yang relatif singkat.
Orangtua yang juga kurang paham dengan sistem yang ada serta banyak orangtua lebih memilih bekerja mencari uang tanpa mengawasi atau mendampingi anak dalam belajar
Kurangnya perhatian orangtua sehingga anak terkadang lebih memilih bermain dari pada belajar.
Menurut Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia( FSGI ),Satriwan Salim bahwa metode Pembelajaran Jarak Jauh yang di terapkan selama pandemi Covid-19 menyebabkan Guru maupun siswa tidak maksimal dalam menjalankan proses pembelajaran.
Di harapkan materi yang di ajarkan dapat di kurangi dan aspek penilaian tambahan dapat menggunakan indikator lain seperti kegiatan siswa selama berada di rumah yaitu siswa membantu orangtua, sikap siswa terhadap orang dalam rumah dan tetangga dan sebagainya.
Kerja sama antara Guru,orangtua dan siswa tentunya sangat di harapkan terlebih orangtua untuk lebih peduli dan memperhatikan anaknya supaya anak tetap berprestasi dengan giat belajar dan tentunya tetap menjaga kesehatan dengan mengikuti protokol kesehatan yang di anjurkan oleh Pemerintah.
Adapun upaya yang bisa di lakukan untuk mengurangi resiko terjangkit virus corona adalah:
Sering mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun setidaknya 20 detik.
Hindari menyentuh wajah,hidung atau mulut saat tangan dalam keadaan kotor atau belum di cuci.
Hindari kontak langsung atau berdekatan dengan orang sakit
Hindari menyentuh hewan atau unggas liar
Membersihkan dan mensterilkan benda yang sering di gunakan.
Tutup hidung dan mulut ketika bersin atau batuk dengan tisu,buang tisu dan cuci tangan
Kenakan masker bedah dan segera berobat ke fasilitas kesehatan ketika mengalami gejala penyakit saluran pernapasan.
Menjaga daya tahan tubuh dengan mengkomsumsi makanan sehat seperti sayuran dan buah-buahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar